Sunday, April 6, 2014

Mengharap Kematian Mendapat Kebahagiaan

Tuntutan kebutuhan hidup serta himpitan ekonomi membuat Subakti benar-benar berputus asa. Ia telah bertekad mengakhiri hidupnya namun ia tidak memiliki keberanian untuk melakukan bunuh diri. Lalu Ia memasuki sebuah hutan rimba dengan harapan ia mati dimangsa binatang buas. Namun, setelah sekian hari ia bejalan dalam hutan dalam keadaan lapar dan dahaga, tak satupun binatang buas dijumpainya dan maut yang ia harapkanpun tak kunjung tiba. Ia semakin putus asa sampai ia kehabisan tenaga hingga tak sadarkan diri di hutan tersebut.

Ia kaget saat menyadari dirinya sedang terbaring di atas sebuah dipan kayu dalam sebuah gubug.  Ia telah siuman. Ia mengamati keadaan sekelilingnya, rupanya hari telah malam, dan dalam gubug itu ada lampu minyak menyala di atas meja, tapi tak ada seorangpun dalam gubug itu. Ia heran bagaimana ia bisa berada dalam gubug itu.

Kisah Di Balik Batu Pancawarna

Setelah dinyatakan selesai masa belajarnya oleh ketiga lelaki tua itu, Subekti lalu berjalan keluar meninggalkan surau dan tiga lelaki tua itu. Tujuh langkah keluar dari surau itu, ia menengok ke belakang untuk melihat tiga lelaki tua tadi, ternyata mereka sudah tidak ada dan surau itu juga tidak ada.  Yang tampak olehnya hanya taman bunga.  Subekti heran, dalam hatinya ia bertanya kemana mereka dan dimana surau tempat ia belajar itu?. Dalam keheranannya itu, Subekti mendengar suara adzan, dan Subektipun terjaga dari lelap tidurnya.  Ia teringat semua kejadian dalam mimpi aneh itu, dan Ia segera bangkit dari dipan itu.

Ia keluar dari gubug,hari masih gelap tapi bintang fajar telah mucul menerangi angkasa raya.  Ia mendengar gemercik air mengalir di depan gubug, iapun segera mengambil air wudlu’ dan ia segera shalat shubuh yang telah lama ia tinggalkan. Usai shalat shubuh, ia berdzikir dan berdo’a sebagaimana yang diajarkan tiga lelaki tua dalam mimpinya itu.

Thursday, December 12, 2013

Cerita Pengalaman Meminta Uang kepada Khadam Surat Al-Ikhlas

Cerita Pengalaman Meminta Uang kepada Khadam Surat Al-Ikhlas  ini adalah sebuah cerita yang diangkat dari pengalaman seorang kawan yang bernama Senin.  Menurut penuturannya, peristiwa ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Waktu itu ia dimintai tolong oleh seorang kawannya yang bernama Sultan untuk membantunya memanggil Khadam Surat Al-Ikhlas yang bernama Sayyid Abdul Wahid untuk meminta bantuan berupa uang. Sultan meminta bantuan Senin untuk melakukan ritual pemanggilan dan menghadapi Sayyid Abdul Wahid karena Sultan takut.  Selain itu,  Sultan juga tidak kuat menjalani ritual pemanggilan Khadam Surat Al-Ikhlas tersebut karena amalannya panjang dan harus dilakukan tiga malam berturut-turut.  Berikut adalah Cerita Pengalaman Meminta Uangkepada Khadam Surat Al-Ikhlas.


Saturday, November 23, 2013

Cerita Mistik Pengalaman Meminta Uang Kepada Nyai Ratu Kidul

Cerita Mistik Pengalaman Meminta Uang Kepada Nyai Ratu Kidul ini diangkat dari sebuah kisah nyata yaitu pengalaman Herry, salah seorang warga asal Purwokerto, Jawa Tengah yang kini tinggal di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.  Waktu itu ia diminta oleh salah seorang kawannya yang bernama Subekti untuk menemani meminta uang kepada Nyai Ratu Kidul.  Ia tidak dapat permintaan Subekti karena selain Subekti lebih tua, Herry juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal yang bersifat mistik.  Jadilah Herry menemani Subekti ke sebuah goa di daerah Ujung Kulon Banten untuk Minta Uang Kepada Nyai Ratu Kidul.  Berikut ini adalah Cerita Mistik Pengalaman Meminta Uang Kepada Nyai Ratu Kidul.

Thursday, August 1, 2013

Cerita Mistik Kehebatan Mustika Merah Delima

Kisah-kisah tentang kehebatan Mustika Mirah Delima, yang katanya bila batu  dimasukkan ke dalam air bisa tembus cahayanya hingga beberapa gelas, mungkin telah lama kita dengar.  Konon, Semakin banyak gelas yang terkena bias warna merahnya, maka diyakini semakin ampuh tuah sang batu merah delima tersebut, dan tentunya harganyapun semakin mahal.  Kali ini saya akan berbagi cerita tentang kehebatan batu mustika merah delima tersebut.  Cerita ini saya alami saat saya menjadi anggota tim infomistik yang mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kehebatan batu merah delima yang dimiliki oleh mas Totok, salah seorang warga Gresik.  Berikut adalah Cerita Mistik Kehebatan Mustika Merah Delima tersebut.

Tim Infomistik beranggotakan 3 orang, salah satunya adalah saya, datang menemui mas Totok di kediamannya di Gresik Jawa Timur. Menurut mas Totok, Ia mendapatkan batu mustika merah delima ini dari almarhum gurunya  yaitu almarhum Kyai Toha.

Wednesday, July 31, 2013

Jatuh Pingsan Setelah Menatap Hantu Glundungpringis

Namaku Afandi, saat ini aku sudah berusia 45 tahun. Waktu itu, sekitar 35 tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, sore hari menjelang maghrib aku bersama 3 orang kawanku sedang bermain bola di sebuah tanah kosong di samping masjid.  Saat adzan maghrib dikumandangkan, permainan bola diakhiri.  Saat itulah kami bertemu hantu glundungpringis, kawanku yang bernama Yasin pingsan karena dialah yang memegang hantu glundungpringis itu dan menatapnya,  Berikut adalah cerita Jatuh Pingsan Setelah Menatap Hantu Glundungpringis itu.

Saat itu, sepulang sekolah sekitar jam setengah lima sore, kami berempat yaitu aku, Yasin, Umar dan Sodik bermain bola plastik di tanah kosong milik pak Haji Mustofa yang ada samping masjid sambil menunggu datangnya shalat maghrib.  Ya, kami hanya bisa bermain bola di tanah-tanah kosong, di kampung kami tidak ada lapangan bola.  

Sunday, July 21, 2013

Cerita Bertemu dan Berdialog dengan Panglima Tikus Hama Padi

Nama saya Taip, umur 58 tahun. Saya adalah seorang petani dan tinggal di sebuah desa kecil di daerah Gresik, Jawa Timur. Lima tahun yang lalu, saat menjelang musim panen padi, masyarakat di desa saya digegerkan dengan banyaknya tikus di sawah yang menghabiskan tanaman padi di sawah kami.  Saya hanya bisa berdo’a sebisa saya agar saya sekeluarga diberi rejeki oleh Tuhan dan tanaman padi saya tidak rusak oleh hama tikus. Suatu malam saya berdo’a sambil berjalan di pematang mengelilingi sawah saya.  Dalam perjalanan keliling sawah itu saya bertemu dengan tikus yang jumlahnya tak terhitung banyaknya, saya merinding saat itu, tapi saya tetap berjalan keliling sambil berdo’a.  Saat itulah saya bertemu dengan sosok berbadan manusia berkepala tikus dengan membawa tongkat, dia adalah panglima tikus hama padi, berikut adalah  Cerita Bertemu dan Berdialog dengan Panglima Tikus Hama Padi.